Assalamu’alaikum
wr. Wb
Yang kami hormati bapak dan ibu
dewan juri yang adil dan bijaksana
Yang kami sayangi hadirin yang
berhadir d,tempat ini
Yang kami banggakan teman-teman
peserta lomba
Pertama-tama dan yang paling utama, Yu’ kita mengucapkan puji syukur ke-Hadirat Ilahi
Rabbi, yang mana telah menciptakan dunia yang d,tegakkan tanpa tiang, serta d, hiasi dengan
panorama bulan dan bintang. Yang telah menciptakan lautan yang bergelombang,
dan di hiasi dengan ikan dan terumbu karang. Tuhan yang maha pengasih tapi
kasihnya tak pilih kasih, tuhan yang maha penyayang tapi sayangnya tak pandang
sayang. Sehingga dengan kasih sayangnyalah kita semua dapat berkumpul, bertemu
muka, beradu pandang, serta bersilahturrahmi , di dalam bulan suci yang penuh
berkah ini dalam rangka…….
Yang kedua, Yu’ kita menghaturkan shalawat serta salam ke Hariba’an
junjungan alam, revolusioner dunia, Nabi
akhir zaman, penyelamat seluruh jagat,
pemberi syafa’at di hari kiamat, beliau tak pernah meninggalkan shalat apalgi
sampai berbuat maksiat, beliau adalah Baginda Nabi besar Muhammad Saw. Yang
telah mendobrak pintu ke bhatilan, menghancurkan pintu kemaksiatan, serta
menghancurkan lembaran-lembaran ke zhaliman dengan bermandikan iman, islam, dan
ihsan.
Hadirin sekalian, yang sekarang lagi focus natap saya..
Sebagaimana, kita maklum waktu
yang berjalan, pergantian matahari dan bulan serta perubahan zaman telah
menghantarkan kita memasuki bulan
ramadhan yang mana perkembangan zaman semakin
pesat, gedung-gedung semakin bertingkat, alat transportasi semakin padat, hingga sampai pada akhlak remaja dan anak-anak,
berbau maksiat.
Setiap kemajuan tidak
membawa hal-hal yang negatif, namun akan menghaasilkan hal-hal yang positif, untuk
mengatasi hal-hal ini, izin kan kami menyampaikan sebuah syarahan Alqur’an,
yang semuanya telah kami rangkum, padat dan ber isi, serta actual, terpercaya,
dan tajam, setajam silet..dengan member judul :
“Kedudukan Puasa Ramadhan”
Sebelum kita melangkah lebih jauh, marilah kita bersama-sama
mendengarkan lantunan ayat suci Al-qur’an dalam surah Al Baqarah ayat 183: berikut ini
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
Hadirin yang kami hormati
Sungguh suatu kebahagiaan manakala kita diberi kesempatan oleh Allah
subhaanahu wa ta’ala untuk berjumpa kembali dengan bulan Ramadhan. Nikmat yang
besar ini patut kita syukuri, melalui
tiga cara dengan hati, perbuatan dan ucapan kita, mungkin saat ini kita bersyukur
terlebih dahulu dengan cara yang paling mudah yaitu dengan mengucapkan kalimat
alhamdulillahhirabbil alamin, karena
telah diberi kemampuan serta kemauan untuk memasuki bulan suci ramadhan. karena pada bulan ini, Allah
SWT banyak melimpahkan karunia-Nya dan melipatgandakan pahala bagi amalan
shalih seorang hamba. Sebuah keutamaan yang sudah tidak asing lagi bagi kita.
Bulan ramadhan sering disebut juga dengan bulan
penuh ampunan, karena apa didalam bulan ramadhan orang-orang saling bermaafan,
saling berjabat tangan, sehingga hanya menghadirkan sebuah kebahagiaan.
Saudaraku yang sedang duduk tertunduk asal jangan
sampai ngantuk.
Puasa Ramadhan merupakan salah satu dari lima
Rukun Islam, maka perhatikanlah benar-benar rukun asas ini, agar dosa-dosamu yang
lalu benar-benar diampuni. Yang mana asas-asas tersebut dalam bentuk:
1.
Puasa haruslah Karena iman mu, bahwa Allah mewajibkan berpuasa.sebagaimana firman-Nya dalam
surah Al-baqarah ayat 185:
Artinya: barangsiapa di antara
kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia
berpuasa pada bulan itu,
2. Mengetahui dengan keyakinan bahwa
puasa Ramadhan merupakan salah satu dari lima pondasi yang telah Islam bangun. Berimanlah dengan hal
itu. Mengetahui pentingnya puasa, serta kedudukannya dalam agama Islam ini.
Rasulullah -shalallahu alaihi wasalam- bersabda dalam Hadits yang
diriwayatkan oleh Ibnu Umar -radiallahu'anhu-:
"Islam dibangun atas lima perkara: Persaksian bahwa tidak ada Tuhan yang berhak
diibadahi selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke baitullah (Kakbah) dan puasa Ramadhan."
[HR. As-Syaikhân (al-Bukhari dan Muslim)]
3.
Yakinilah bahwa pada puasa Ramadhan terdapat
kebaikan untukmu, karena yang mewajibkannya adalah Allah yang mengetahui apa yang
terbaik bagi makhluk-Nya.
4.
Jika berpuasa, harapkanlah pahalanya di sisi
Allah.
Jangan mencari sesuatu selain pahala puasamu di sisi Rabb-mu. Jangan termasuk
mereka yang berniat puasa agar terjaga dari penyakit, mengobati sakit yang
diderita, ingin mengurangi berat badan atau semata mengurangi hawa nafsunya
tanpa mengharapkan pahala dari Allah.
5. Jika engkau berpuasa, wahai saudaraku Muslim, hendaknya yang ada di
benak, pikiran dan hatimu adalah menginginkan ridha Allah semata. Jika engkau menjalani puasa Ramadhan dengan
iman dan mengharap pahala, maka engkau akan mendapatkan pengampunan dosa-dosa
(kecil) yang telah lalu dengan keutamaan dan rahmat Allah.
Hadirin
yang lagi duduk, yang tertunduk, tapi ingat jangan sampai ngantuk.
Demikian lah syarahan kami, yang mana kedudukan Puasa Ramadhan ini
termasuk dalam 5 pondasi agama Islam, yang mana tertera di dalam Rukun Islam,
semoga apa yang kami sampaikan ini dapat membawa manfaat dan di aplikasikan
dalam kehidupan sehari-hari. Amin.
Kiranya hanya ini yang dapat kami sampaikan, ingin rasanya kami
melangkah jauh lebih ke depan, namun waktu yang lebih menentukan, indahnya
malam karena ada bulan dan bintang, indahnya lautan karena ada terumbu karang,
indahnya pertemuan namun sayang ada perpisahan.
Kata pepatah: kalau pedang melukai tubuh masih ada harapan tuk
sembuh, tapi kalau lidah meluakai hati kata orang: kemana obat hendak dicari.
wassallaamm
Labels: Humaniora