Percaya Diri Dapat Membawa Bencana

Selamat siang sobat blogger, dibulan Ramadhan yang penuh berkah ini semoga semua amal ibadah kita diterima oleh Allah swt.
Saya kali ini mau menceritakan sebuah kisah nyata, yang saya dapat dari seseorang yang berjasa pada diri saya, memang kisah ini tidak terlalu menarik, namun banyak makna dari kisah ini.
Di ceritakan disebuah desa, hidup seseorang laki-laki yang berkulit hitam pekat, dan dia mengalami gangguan penglihatan (Buta) dan dia ini laki-laki yang pandai beribadah, sebut sajalah dia ini Abdul (samaran). Walaupun dia berkulit hitam dan buta, tapi Abdul ini memiliki sesuatu keunikan dan kepandaian dari segi bergaul dengan orang sekitarnya bisa dikatakan Abdul ini sangat PD (percaya diri) akan dirinya walaupun Abdul ini buta dan berkulit hitam.
Di lain tempat, namun di desa yang sama hidup seseorang perempuan cantik, berkulit putih, dan solehah. Sebut sajalah dia ini Aisyah. Dia ini perempuan yang sangat sempurna menurut orang-orang desa, dan menjadi idaman laki-laki didesa tersebut. Namun karena kebanyakan orang di desa ini pemalu, maka sampai sekarang perempuan itu tidak ada yang menikahinya.
Suatu waktu, si Abdul mendengar cerita dari masyarakat sekitar akan adanya perempuan cantik yang belum menikah. Maka Abdul pun dengan PD nya datang kerumah si Aisyah.
Di rumah Aisyah, Abdul bertemu langsung dengan ayahnya Aisyah. "Bapak saya datang kesini adalah untuk melamar  atau menikahi anak bapak, walau saya buta dan berkulit hitam saya yakin akan menjadi kebanggan anak bapak sebagai suaminya atau imamnya dalam menjalani bahtera rumah tangga". (Kata Abdul)
Tak lama kemudian ayah Aisyah pun menerima lamaran dari Abdul karena Ayah Aisyah ini sudah mengetahui bagaimana tanggapan masyarakat tentang Abdul, dan Aisyah pun menerimanya. "kita akan saling lengkap-melengkapi dalam membina rumah tangga" (kata Aisyah).
Kemudian menikah lah Abdul dengan Aisyah. sebagaimana biasa dilalui pengantin. mereka melakukan malam pengantin pada malamnya. Keesokan paginya si Abdul ingin mandi besar (junub). berhubung ini adalah desa terpencil maka tempat mandinya adalah seperti sumur dengan kedalam 2 meter 20 cm.
Abdul : dik saya berangkat mandi dulu.
Aisyah: saya antarkan ya ka, ke sumurnya.!
Abdul: Tidak usah, saya mampu sendiri saja menuju tempat sumur tersebut.
Aisyah: maaf ka, bukanya saya meragukan dan menyakiti hati kaka, biar saya yang menuntun sampai ke sumur, karena kaka belum tau kondisi sumurnya.
Abdul: Tidak usah, harus berapakali saya bilang. kamu arahkan saja tongkat saya menuju sumurnya, biar saya jalan sendiri, saya bisa jalan ke sana.
Aisyah: maaf kaka sayang, kaka ikuti arah ini (mengalihkan tongkat ke arah sumur), kira-kira 50 meter belok kanan, disitulah sumurnya.
Maka pergilah Abdul menuju sumur, dengan harap-harap cemas Aisyah kembali kedalam rumah untuk menyiapkan makanan untuk suaminya.
Sesampainya Abdul di sumur, di menuruni jalan, karena jalan ditumbuhi rumput-rumput dia tergelincir dan kemudian tercebur kedalam sumur. Dia pun meronta-ronta dengan gerakan menarik-narik rumput untuk bisa naik kesisi sumur.
Setelah 1 jam berlalu, Abdul belum pulang juga. Aisyah pun resah karena suaminya belum pulang-pulang juga dari mandinya, maka Aisyah pergi mendatangi Suaminya di sumur, sesampainya di sana dibalik pohon dia berkata.
Aisyah: Kaka, kenapa lama sekali dan kenapa kaka di dalam sumur?
Abdul: di sini air sumur nya kotor sekali, banyak rumput di dalamnya, oleh karena itu saya bercebur. (menutupi kejadian sebenarnya, agar tidak dikasihani)
Aisyah: sini saya bantu untuk naik ke atas .
Abdul : tidak usah, kamu ambilkan kayu saja yang bisa saya pegang untuk naik.
maka Aisyah pun mencari kayu berukuran 4 meter seperti balok. setelah itu kayu tersebut di tancapkan di sisi sumur. dan kemudian Abdul menaiki kayu tersebut. Aisyah spontan memegang tangan suaminya untuk membantu.
Abdul: Jangan bantu saya, saya bisa sendiri.
Kemudian Aisyah melepas tangannya, Abdul pun naik kesisi sumur.
Abdul: nah kan, saya bisa sendiri saja untuk naik.
Abdul berjalan, karena rumput di sisi sumur habis karena ditarik oleh Abdul kedalam sumur, maka tanahnya licin, kemudian Abdul terpeleset kepalanya membentur kayu balok yang dia tancapkan sendiri. maka Abdul pun menemui ajalnya karena ke angkuhanya tidak menerima bantuan istrinya.

Dari kisah ini, dapat diambil kesimpulan bahwa PD itu baik, tapi Jangan sampai PD itu membuat diri Angkuh.

Labels: